Friday, September 14, 2007

Bulir - Bulir Asa

Gelas yang ku pecahkan kemarin
Kurekatkan kembali dengan puisi
Siapa tahu, nanti...
Kita bisa minum bersama.

Benda itu kutinggal disana
Saat kau datang mencari, aku seolah lupa
Tapi.. mengapa ku cari kembali?
Saat kau kini t'lah benar - benar lupa.

Cermin didepannya kubilang itu kamu
Dia yang kulihat, kamu yang kuingat
Saat kupanggil dia, mengapa kamu yang kusebut?
Tidak! Dia tak bisa gantikan kamu.

Kukirim merpati padamu
Kutunggu ia, lama......sekali!
Tersentak lamunku oleh kilat itu
Kini ku tahu, merpatiku telah mati.

Pratiwi Kuslita 2003

1 comment:

Anonymous said...

Kindly sad, why there is no ` good condition ` in your every poetry? look at you in the mirror, there is nothing to be regret from you, i told you this, you are just perfect as you wanted.